Situs jejaring sosial atau pun scene musik suatu kota mungkin merupakan gudangnya para abal abal kids alias anak remaja / abg yang sok ikut ikutan metal atau hardcore. Coba kita lihat perbedaan scene tahun ini dengan tahun yang sekitar lima tahun kemarin yang didominasi emo , punk , dan reggae. Banyak bermunculan band band yang dibilang "emo" seperti FFTL , Fall of Troy , BlesstheFall , Finch , atau yang dari Indonesia yang sempat di agung agungkan oleh para remaja yaitu Killing Me Inside.
Namun sekarang semua itu seperti di tinggalkan , atau bahkan bisa dibilang 'hilang'. Setelah hardcore mulai dikenal , para remaja mulai berbondong bondong mebeli atribut ala band HC , seperti kaos yang kedodoran , celana kedodoran , sepatu skate , topi yang bahkan terkesan dipaksakan ( hanya contoh , tanpa mengurangi hormat saya pada scene musik ini ). Di balik itu semua mereka hanyalah meributkan fashion tanpa tau ideologi sebenarnya dari hardcore , mereka hanya 'ikut ikutan' biar di bilang keren dan gaul di kalangan teman mereka.
Mereka hanya menyukai band band hardcore nowadays , tanpa mengetahui band band yang membawa musik hardcore itu sendiri seperti minor threat , blackflag , etc. Lalu mereka berlomba berlomba membuat band beraliran Hardcore , kadang ada yang seenaknya sendiri mencampur aliran hardcore dengan bahasa mereka sendiri , sperti happy hardcore , hardcore experimental , it SUCKS men,
Hal yang sama juga terjadi pada musik metal , coba kita ingat sejenak beberapa tahun yang lalu metal sama sekali tidak terexpose atau bisa di bilang dulu "underground" , namun sekarang metal telah banyak perkembangan dan perubahan yang cukup kental dalam hal musik terutama.
Bahkan sekarang jarang kita lihat band band heavy metal yang manggung di acara acara , terutama di kota Suarabaya , tempat tinggal saya. Heavy metal yang notabene merupakan akar dari musik metal seakan sirna digantikan oleh musik musik metal yang dibuat oleh media.
Musik metal nowadays sekarang seperti dipermainkan seenaknya sendiri oleh para abg labil dan abal abal itu , mereka mencampurkan aliran metal dengan bunyi bunyi elektronik atau sound sound sok imut yang kita kenal dengan "synth" ( sori kalo salah hehe ) , yang otomatis mengurangi unsur keras dan brutal dalam musik metal. Lalu mereka dengan seenaknya mematok genre mereka dengan nama , metal experimental ( WHAT ? are you mean trancecore ? ) , javanese metal ( what the fuck !) , bahkan waktu itu saya liat ada band yang mengaku aliran mereka dyingcore ( aliran darimana ? you just really stupid kids ! ).
Dan mereka berbondong bondong dateng ke acara metal dengan geng alay mereka , dengan atribut kaos hitam beruliskan nama band band post hardcore seperti asking alexandria , alesana , attack attack , atau bahkan avenged sevenfold , bahkan kadang ada yang memakai jersey warna warni , dan yang memuakan lagi kadang juga yang couple sama ceweknya 'OH GOD' , dengan memakai sepatu vans yang entah itu KW berapa , mereka berlomba ke garis depan buat cari rusuh bukan MOSHING. Satu kata untuk mereka "FAKE ! DASAR POSER !"
Marilah kita menjadi penikmat musik yang cerdas dan santai , tak pelu berlebihan , janganlah terlalu terbawa mode , jangan jadi KORMOD , satu lagi yang paling bikin saya muak sekarang abg abg sudah mulai pake tatto segala , padahal masih sekolah , duit masih minta sama orang tua , sok sokan garang padahal anak mama , dasar gay !
Semoga kita selalu diberi kesabaran untuk menghadapi abal abal kids , dan semoga musik metal bisa berkembang dengan baik tanpa mengurangi keganasan musik itu sendiri \m/